Oleh: wiyono | Mei 21, 2010

BAHAN AJAR PKN VII SMT GANJIL

KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah Penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan petunjuk sehingga dapat menyelesaikan Modul ini, yang dapat dipergunakan sebagai pegangan anak didik dalam mempelajari konsep Pendidikan Kewarganegaraan serta penerapannya.

Modul sederhana ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan anak didik dalam mengembangkan pengetahuan , konsep dasar dan teori serta penerapannya. Kemudahan ini dapat dilihat pada penggunaan bahasa yang jelas, ringkas dan padat serta disajikan dengan berbagai contoh, latihan , contoh kasus serta penerapan dalam kehidupan bermasyarakat , berbangsa dan bernegara.

Tujuan Pembuatan buku ini mendasarkan pada Persepsi Guru dan siswa bahwa kegiatan proses belajar mengajar harus mendasarkan pada keaktifan siswa dalam menerima pelajaran, dengan panduan bahan ajar yang tersedia di dalam kelas. Buku ini bertujuan untuk Pengembangan diri Guru Proffesional dalam rangka penciptaan bahan ajar yang sesuai dengan kondisi riil di Sekolah.

Untuk mempermudah mencari bahan ajar dalam buku ini, Penulis sudah meng-Upload buku ini ke Internet pada situs pribadi Penulis di Situs : http://wiyonospd-civiceducation.blogspot.com, http://smpnegeri1enok.blogspot.com , http://pknsmp1enok.wordpress.com, Http:// bhinnekaraya.blogspot.com, http://wiyonopondok.wordpress.com/

Sebagai wujud pengabdian Penulis pada perkembangan pembelajaran melalui tehnologi.

Kesempatan ini Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak – pihak yang telah mendukung sehingga dapat menyelesaikan penulisan Modul ini. Pada akhirnya Penulis menyadari masih terdapat kekurangan dalam Modul ini, Untuk itu segala kritik yang bersifat membangun sangat Penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan Modul ini. Besar harapan Penulis semoga dapat bermanfaat dan merupakan sumbangsih untuk dunia pendidikan umumnya.

Enok,    Desember 2007

Penulis

Wiyono, S.Pd

Baca Lanjutannya…

Oleh: wiyono | Mei 10, 2010

Guru Singapura Perlu Hadir di kelas Kita ?

Guru Singapura Perlu Hadir di kelas Kita ?

*wiyono, S.Pd

Ruang belajar di Indonesia  banyak kita temukan permasalahan, mulai dari kenyamanan bangunan dan kenyamanan belajar yang diciptakan oleh Guru yang sedang mengajar. Kejadian di lokal , terkadang siswa ngantuk, kondisi lokal yang ribut tak mendidik, kondisi pembelajaran yang membosankan dan menegangkan bagi siswa. Kondisi inilah yang perlu dipangkas atau diperbaiki dari waktu ke waktu. Banyak sekali Trik yang bisa dipakai menghadapi kondisi yang tak mendukung proses pembelajaran.

Pembenahan metode pembelajaran, pembenahan media pembelajaran serta performance guru dalam lokal. Dari sini bisa kita membangun kondisi pembelajaran yang diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan , atau sering diistilahkan dengan pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan). Banyak sekali metode baru yang sudah dikembangkan dalam pembelajaran di lokal kita, tetapi pada tahap aplikasinya banyak ditemukan kendala besar dalam praktek serta kondisi sekolah yang berbeda.

Di tingkat SMP kendala itu kita temukan pada kebiasaan siswa yang malas, rendahnya minat baca, serta rendahnya keingintahuan anak pada suatu mata pelajaran. Pada kondisi inilah yang sangat berpengaruh besar dalam pembelajaran di lokal, yang hari – kehari akan diformat menjadi lokal belajar yang menyenangkan, seluruh energi asyik dalam suasana belajar.

Sosok Guru dalam pembelajaran dalam setiap langkahnya, selalu akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Guru yang kreatif dan inovatif dalam lokal adalah Harapan semua Guru tentu takkan beda jauh, pasti untuk kemajuan belajar dan prestasi anak didik.

SINGAPURA

Inspirasi tulisan ini, Penulis baca di  sebuah harian Republika, sebuah Diklat Internasional tentang pemaparan pendidikan di Negara tetangga Kita yakni Singapura. Diklat dilaksanakan di Medan Sumatra Utara.Ternyata di Singapura , satu bidang studi terdapat 3 ( Guru ) yang mengampunya , satu guru bertindak sebagai kepala Guru dan 2 (dua) guru sebagai asisten guru.

Bisa diduga ini konsekuensi dari kebijakan singapura yang serius dalam pembangunan pendidikan sebagai investasi jangka panjang sehingga perlu membuat sistem seperti ini. Resiko besarnya anggaran itu sudah pasti yang penting maju dalam proses pendidikan di lokal.

Pembelajaran sistem ini untuk mempercepat kemampuan  siswa dalam penguasaan materi pelajaran, variatif dalam lokal, hingga tak membosankan dalam pembelajaran. Pembelajaran dengan banyak guru dalam bidang studi yang sama akan membawa pada kemampuan guru untuk mengkomparasikan metode mengajar dan bahan yang harus mereka kuasai, dan bagi siswa semakin banyak alternatif  bahan yang harus mereka terima

POTRET PENDIDIKAN INDONESIA

Gambaran tentang pendidikan Indonesia telah banyak ditulis oleh para pakar pendidikan, praktisi pendidikan serta para guru – guru sebagai refleksi pengembangan profesionalitasnya. Kenyataan di lapangan pendidikan di Indonesia masih sangat tertinggal dari segi prasarana pendidikan, tenaga pengajar, sikap mental terhadap kemajuan pendidikan, serta keberpihakan pemerintah pada dunia pendidikan.

Prasarana yang minim di sekolah hampir dijumpai sekolah – sekolah di Indonesia, rata – rata kita temui ruang – ruang sekolah yang rusak dan nampak tak terpelihara walau ada penghuninya. Tidak tersedianya laboratorium sebagai sarana belajar utama, baik labor IPA, Bahasa, dan komputer. Sarana ini akan memicu siswa untuk belajar dengan giat , sehingga siswa mengurungkan semangatnya untuk belajar karena tak ada prasarana yang memadai.

Kualitas tenaga pengajar juga menjadi masalah pendidikan kita, banyak tenaga pengajar dari segi pendidikan tidak memenuhi syarat pendidikan untuk menjadi guru, guru mata pelajaran tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikannnya. Mencari satu guru bidang studi saja masih susah nampaknya, apalagi tiga (3) Guru.

Sikap mental para Guru juga menjadi masalah dalam pendidikan Kita, Guru harus bisa menjadi cerminan anak didik dalam perbaikan karakter dan kepribadian. Masih bisa kita dapti guru yang menghukum siswanya terlalu berlebihan sehingga menimbulkan permasalahan antar orang tua / masyarakat dan permasalahan hukum.

Keberpihakkan pemerintah terhadap pendidikan juga menjadi masalah, anggaran 20 % untuk dunia pendidikan nampaknya masih bersifat politis, hanya sebagai jargon politik yang realisasinya masih sangat jauh. Pemerintah meluncurkan Kebijakan Tunjangan Profesi juga belum banyak dirasakan oleh Guru di Indonesia, masih banyak yang belum menikmatinya. Pencairannya juga lamban serta prosedur administrasi begitu ketat, sehingga para guru harus bekerja keras untuk mendapatkannya. Sehingga hal ini menyebabkan kerja guru bertambah, dengan harapan pendapatannya juga bertambah.

OPTIMISME MENGHADAPI PROBLEM

Problem yang dihadapi dalam dunia pendidikan umumnya sama dan bersifat klasik, selaku pendidik problem itu akan kita kemas menjadi suatu tantangan yang segera diselesaikan. Dari waktu ke waktu upaya penyelesaian ditemukan pemecahannya. Dari sekian banyak problem sebenarnya muaranya tetap pada Guru sebagai hal yang urgen dalam pembelajaran, menurut pendapat penulis dapat disarikan kiat sebagai berikut :

  • Optimisme guru untuk menyelesaikan permasalahan nyata yang dihadapi langsung di lokal
  • Menimbulkan kecintaan pada profesi hari kehari
  • Merasa diri masih terdapat banyak kekurangan dalam hal penguasaan materi yang terus berkembang, dan lemahnya metode pembelajaran dan media pembelajaran
  • Merubah orientasi guru menuju guru professional yang meng-update pengetahuannya sepanjang waktu
  • Keperbihakan pada profesi guru, kepedulian pada nasib guru oleh pemerintah dan masyarakat
  • Partisipasi masyarakat terhadap perkembangan pendidikan.

Optimisme itu harus ada pada guru, tampil percaya diri sehingga siswa akan meniru guru, mencontohnya dalam perilakunya. Guru professional mempersyaratkan itu semua untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Professional muncul karena pengalaman dan kebiasaan guru yang baik, terutama mengikuti perkembangan zaman dan meng update ilmu sepanjang hari.

HADIRKAN GURU SEJATI

Guru akan hadir di lokal dengan kesejatiannya (aslinya) yaitu yang professional di bidangnya dengan segala resiko yang akan dihadapi di lokalnya. Kita bisa mengkondisikan pembelajaran yang merangsang siswa siap untuk bertahan dalam kondisi belajar sampai akhir sessi pembelajaran. Dan pada akhirnya menimbulkan rasa penasaran pada anak untuk belajar materi yang sudah diajarkan.

Satu Matapelajaran tiga Guru di indonesia, masih belum bisa terlaksana karena banyak permasalahan didalamnya. Bagi penulis  hanya perlu dengan komitmen guru untuk terus meningkatkan profesionalnya hari kehari. Upaya assistensi dalam pembelajaran bisa dilakukan dengan guru serumpun yang ada dalam sebuah sekolah itu sudah cukup.

Guru sejati berawal dari komitmen seorang guru terhadap pembenahan pembelajaran di lokalnya.

Oleh: wiyono | Mei 4, 2010

PARA SELEBRITIS, MENCARI KEKUASAAN

PARA SELEBRITIS MENCARI SEBUAH KEKUASAAN

Oleh Wiyono, S.Pd ( PKn. SMPN 1 Enok)

Politik ditujukan untuk memperolah kekuasaan, bagi sebagian orang politik akan dapat mendatangkan keuntungan finansial, popularitas, gengsi, serta pujaan terhadap status. Politik akhir-akhir ini sungguh meng- Hipnotis orang untuk terjun di dalamnya. Tampaknya politik sekarang menjadi Trendsetter baru bagi selebritis / artis / aktor Indonesia untuk berebut dan bersaing di dalam panggung politik.

Panggung politik, menjadi panggung pendamping menyanyi, akting dan panggung gosip pernikahan bagi para artis / aktor. Tercatat banyak artis yang bisa cemerlang ( dalam Kontek bisa terpilih ) ada Rano karno, Dede yusuf, Nurul Arifin, Komar, Eko Patrio, dan lainnya di pentas Eksekutif dan Pentas Legislatif. Orang awam hanya bisa menilai bahwa kebanyakan mereka bisa terpilih karena memakai teori iklan, seperti yang mereka kuasai di dunia entertainmen yang tak asing bagi artis.

POLITIK BALON

Mungkin bagi Penulis dia menggunakan  Teori Balon (Buble Politik) meminjam istilah Budiman Sujatmika, M.Phil , Balon akan ditiupnya pelan – pelan agar penuh, pilih warna yang menarik tapi ingat jangan terlalu penuh nanti bisa meletus. Balon akan sangat menarik bagi anak-anak, remaja bahkan orang dewasa tapi hanya sebatas dilihat atau menjadi tontonan. Tontonan itu, itu kecenderungannya selalu dibuat – buat agar mempesona, tebar pesona menjadi andalannya.

Menjadi seorang Pemimpin harus memenuhi beberapa kriteria kepemimpinan yang baik. Kepemimpinan yang baik menurut Penulis adalah bisa menjadi contoh / Suri teladan bagi masyarakat, dan yang paling penting tack record di mayarakat tidak tercela dari sisi hukum dan agama. Bila tak ada ini, urungkan saja niat itu untuk menjadi Leader di masyarakat

PEMIMPIN YANG BERMORAL

Moralitas seorang pemimpin mutlak dipersyaratkan dalam setiap penentuan penyelenggaraan politik, jangan moral dijadikan barang tak bernilai. Sebagian beranggapan moral itu ukurannya tak jelas, sehingga moral tak penting. Jika ini yang terjadi gawat untuk perpolitikan Indonesia. Tentunya moral ukurannya tidak hanya bukti dan keputusan Pengadilan, tak penting, moral bisa kita lihat secara langsung dalam kehidupan sehari- hari apa yang dilakukan, tak usah menunggu keputusan Pengadilan. Bukti sudah ada, tinggal kita yang akan menentukan.

Moralitas bukanlah wacana yang harus masuk dalam perundang-undangan Negara. Cukuplah masyarakat yang menentukan dalam memilih pemimpinnya. Kalau baik pilih saja, kalau tidak tinggalkan saja kemudian jadikan tontonan politik yang jadi selebritis politik.

PEMIMPIN MASA DEPAN

Bagi bangsa Indonesia, Pemimpim masa depan Indonesia adalah mereka yang secara moral harus tidak cacat dari sisi moral agama dan hukum yang berlaku. Mampu memberikan kemajuan, lebih tegas, dan lebih merakyat. Bagi rakyat adalah kesejahteraan, pangan, sandang murah serta tercipta ketertiban dan keamanan. Satu hal yang paling penting. Jaminan HAM di bidang politik tetap ada pada setiap orang tak ada kecuali termasuk para selebritis panggung hiburan. Panggung politik nampaknya akan dijadikan panggung bertabur selebritis, modal popularitas modal utamanya. Tapi ingat yang menentukan pilihan rakyat, jangan pernah tergoda pilihan dengan politik uang dan politik aji mumpung. Kalu ini terjadi mundurlah kualitas kepemimpinan bangsa kita

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.